google8e706b55941b4797.html More Than Geography: Sosial
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2011

Sari Kuliah Ilmu Sosial Dasar (Fakultas Geografi UGM)


Rabu, 10 september 2009
Pada awal kuliah ini mahasiswa diberikan pendahuluan kuliah. Pada kuliah ini waktu yang digunakan juga relative singkat karena hanyalah pengenalan ilmu sosial dasar berikut juga system penilaian pada mata kuliah ini.System penilaiannya ada 2 yaitu didalam kelas dan di luar kelas. Yang menjadi sumber penilaian pada mata kuliah ini yaitu :
a.       Ujian Tengah Semester
b.      Penugasan ( Sari Literatur, Paper, Makalah, Sari Kuliah, Kliping, Karikatur, Foto, dan Diskusi Kelas)
c.       Ujian Akhir Semester
·         Syarat         BUAS:
1.      Mengikuti kuliah minimal 75 %
2.      Mengikuti ujian tengah semester dengan nilai lebih dari 7,75
3.      Mengumpulkan nilai minimal 7,75 sejumlah lima buah
Maka mahasiswa tersebut dinyatakan BUAS ( Bebas Ujian Akhir Semester)

Jumat, 06 Mei 2011

Nilai PentingTransportasi (Konsep Geografi Transportasi)

Fakta-fakta empiris secara substansial mengindikasikan bahwa nilai penting transportasi semakin berkembang. Kecenderungan-kecenderungan kontemporer yang dapat diidentifikasi terkait dengan hal tersebut antara lain:
1.       Pertumbuhan Kebutuhan. Selama abad XX, lebih dari segalanya, terlihat pertumbuhan nyata dari kebutuhan transportasi, baik menyangkut mobilitas penumpang maupun barang.. Pertumbuhan ini merupakan gabungan hasil dari jumlah penumpang dan muatan yang diangkut dalam jumlah yang sangat besar dengan panjangnya jarak yang ditempuh. Kecenderungan terkini menekankan pada proses pertumbuhan mobilitas yang sedang terjadi, dimana terdorong ke arah peningkatan jumlah perjalanan, termasuk banyaknya variasi moda transportasi yang melayani kebutuhan. 
2.       Penurunan Biaya. Meskipun beberapa moda transportasi sangat mahal untuk dimiliki dan diopersionalkan (misalnya kapal dan pesawat terbang), biaya-biaya per unit transportasi menurun secara signifikan dalam dekade terakhir. Hal ini menjadikan jarak yang lebih jauh memungkinkan untuk diatasi, maupun memanfaatkan lebih lanjut kelebihan komparatif dari ruang. Sebagai hasilnya, disamping harganya murah, pembagian aktivitas transportasi di dalam ekonomi di masa mendatang relatif tetap menurut waktu. 
3.       Ekspansi infrastruktur. Dua kecenderungan di atas secara nyata telah memperluas persyaratan infrastruktur transportasi, baik dari sisi kuantitatif maupun kualitatif.  Jalan, pelabuhan, bandara, fasilitas telekomunikasi, dan perpipaan sangat berkembang untuk melayani daerah-daerah baru dan menambah kapasitas jaringan yang telah ada. Infrastruktur transportasi merupakan komponen penggunaan lahan utama, khususnya di negara maju. 

Selasa, 12 April 2011

HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT IN INDONESIA: IMPACT OF CRISIS AND STRATEGIES TO OVERCOME CRISIS


Dr. Ninasapti Triaswati


Introduction

Indonesia has developed very rapidly during the past three decades. The average annual growth rate of GDP in the last decade before the crisis hit in 1996 is more than 7 percent and the inflation rate is relatively low, below 10 percent. (Table 1).The population growth is about 2 percent and the open unemployment rate is about 5 percent.

The path of development in Indonesia has been disturbed by the economic crisis since mid-1996. The impact seen among others are the declining pattern of investment in human capital, the increasing drop out rate at primary to tertiary level and the reduction of quality of education. These problems are critical, since the disturbance of investment in human capital will affect the future national output. Therefore it is important to describe strategies in human resource development, especially in financing education, to save the future generation.

The paper will describe three aspects: First, the policies of human resource in Indonesia before crisis. Second, the impact of crisis on the human resource development in Indonesia. Third, the design of human resource development in Indonesia to overcome crisis

Minggu, 10 April 2011

Kuliah Kerja Lapangan II (Pengukuran Proses dan Hasil Proses Geomorfologis)


Sampai dengan tahun 2002, Fakultas Geografi UGM memiliki dua Program Studi (PS);  yaitu PS Geografi terdiri atas empat kelompok peminatan, Geografi Fisik (GEF), Geografi Manusia  (GEM), Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ), dan Perencanaan Pengembangan Wilayah (PPW); serta PS Pembangunan Wilayah. Sejak tahun 2002, Fakultas Geografi membuka 3 program studi baru yaitu Geografi Fisik dan Lingkungan, Kartografi dan Penginderaan Jauh, serta Geografi Manusia. Sistem belajar mengajar di Fakultas Geografi UGM pada dasarnya bertujuan untuk menghasilkan sarjana geografi, yang memiliki kecerdasan, ketrampilan, dan pengetahuan geografis, serta mampu menerapkan konsep geografi untuk pengembangan ilmu dan pembangunan. Dalam rangka menunjang sistem belajar mengajar, mahasiswa diwajibkan mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Kegiatan KKL terutama KKL II dimaksudkan untuk melatih mahasiswa lebih sensitif dalam memahami gejala fisik dan gejala sosial ekonomi suatu wilayah, dan melatih mahasiswa untuk menerapkan konsep kedalam pengungukuran setiap gejala dalam rangka pengembangan ilmu dan pengetahuan.

Kamis, 07 April 2011

batik


            batik merupakan sebuah warisan budaya dan merupakan sebuah identitas bagi warga indonesia sendiri. perkembangan indutri batik diyogyakarta begitu besar apalagi setelah dinyatakan bahwa batik merupakan sebuah warisan budaya nasional. Disamping itu pengaruh yogyakarta sebagai kota pariwisata mendorong perkembangan industri batik menjadi sangat pesat. Berbagai indutri batik tumbuh dan berkembang seiring dengan permintaan yang tinggi terhadap produk batik ini. Berbagai inovasi dilakukan demi meingkatkan kualitas dan penjualan produk ini agar mampu bersaing dengan produk batik dari berbagai kota disekitarnya.