google8e706b55941b4797.html More Than Geography: hidrologi
Tampilkan postingan dengan label hidrologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidrologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2011

Ground Water and Aquifer


Ground water is water located beneath the ground surface in soil pore spaces and in the features of lithologic formations. A unit of rock or on unconsolidated deposit is called an aquifer when it can yield a useble quantity of water. The depth at which soil pore spaces of fractures and voids in rock become completely saturated with water is called the water table. Ground water is recharge from and eventually flows to, the surface naturally; natural discharge often occurs at springs and the study of distribution and movement of ground water is hydrology, also called ground water hydrology. Typically, ground water is thought of as liquid water flowing though shallow aquifers, but technically it can also included soil moisture, permafrost (frozen soil), immobile water in very low permeability bedrock, and deep geothermal or oil formation water. Ground water is hypothesized to provide lubrication that can possibly influence the movement of fault. It is likely that much of the Earth’s subsurface contains some water, which may be mixed with other fluids in some instances. Ground water may not be confined only to the Earth. The formation of some water. There is also evidence that liquid water may also exist in the subsurface of Jupiter’s Europe.

Pengantar Hidrologi Air Tanah

A.   Air Tanah
Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber daya air yang keberadaannya terbatas dan kerusakannya dapat mengakibatkan dampak yang luas serta pemulihannya sulit dilakukan.
Selain air sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga ( domestic ) maupun untuk kepentingan industri. Di beberapa daerah, ketergantungan pasokan air bersih dan air tanahtelah mencapai -/+ 70%.
Faktor-faktor penentu air tanah, antara lain:
l  CURAH HUJAN
l  MATERIAL BATUAN
l  GEOMORFOLOGI/LERENG
l  VEGETASI

Kualitas Air dan Sedimentasi

Air adalah satu-satunya benda di atas bumi ini yang dalam kondisi sehari-hari dapat kita jumpai dalam 3 ujud sekaligus: cair (air), gas (uap air) dan padat (es). Air merupakan sumber kehidupan dan konon pula merupakan asal-muasal kehidupan itu sendiri di planet ini. Air merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak akan habis karena air mengalami proses siklus hidrologi dimana jumlah air itu tetap sama. Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu membutuhkan air untuk melaukan segala aktivitas seperti : minum, mandi, cuci dan lain-lain, bahkan air pun digunakan untuk keperluan industry sebagai bahan baku produk minuman. Penggunaan air dalamkehidupan sehari-hari menunjukan begitu pentingnya air tersebut bagi kehidupan, oleh karenanya kualitas air sangat dibutuhkan terutama pada air yang kita gunakan untuk melakukan segala aktivitas kita sehari-hari.

Senin, 11 April 2011

Infiltrasi dan Permeabilitas

. INFILTRASI

Air menguap secara konstant dari permukaan bumi, dan presipitasi mengmbalikannya ke bumi dalam bentuk hujan, salju, dsb. Sebagian besar presipitasi meresap kedalam tanah membentuk cadangan airtanah, yang dikenal sebagai proses infiltrasi. Proses ini ialah meresapnya air kedalam tanah menuju water table. Selanjutnya, kapasitas infiltrasi adalah laju infiltarasi maksimum yang terjadi pada suatu kondisi tertentu. Alat yang digunakan adalah ring infiltrometer. Pada acara ini, model infiltrasi yang akan dipergunakan adalah metode Horton, yang mempunyai formula sebagai berikut :



 


Dimana :
            f           = laju infiltrasi (cm/menit)
            f0         = laju infiltrasi awal (cm/menit)
            fc         = laju infiltrasi konstant (cm/menit)
k          = konstanta
            t           = waktu (menit)

Air Tanah

Airtanah (groundwater) adalah air yang berada di bawah permukaan tanah pada zona jenuh (saturation zone) dimana tekanan hidrostatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer. Kandungan air tanah di suatu daerah dipengaruhi oleh iklim/musim (hujan dan evapotranspirasi), kondisi penutup lahan, geomorfologi dan geologi.
Sebagian airtanah berasal dari air hujan yang jatuh meresap ke dalam tanah, disebut sebagai air meteorik. Selain itu juga terdapat jenis air yang lain yaitu juvenil water (merupakan air yang baru), dapat diklasifikasikan menurut asalnya yaitu magmatic water, volcanic water dan cosmic water.  Air yang berasal dari proses geologi seperti kompaksi, metamorfosa dan sedimentasi disebut sebagai rejuved water . Jenis air tersebut ada dua macam yaitu metamorphic water dan connate water

Kamis, 07 April 2011

Sekilas Kondisi Hidrologi Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo

"Sebuah Catatan kecil yang masih perlu disempurnakan dalam rangka memenuhi laporan hasil Ekspedisi Perbukitan Menoreh Divisi Hidrologi Fakultas Geografi UGM"


 
Kecamatan kokap memiliki morfologi perbukitan denudasional didominasi dengan bukit-bukit yang mempunyai kemiringan lereng yang curam dengan proses erosi dan longsor yang berjalan dengan intensif. Satuan bentuklahan kecamatan kokap terdiri atas pegunungan denudasional berbatuan andesit terkikis kuat, perbukitan intrusi andesit, lereng kaki pegunungan denudasional berbatuan andesit, pegunungan denudasional berbatuan breksi terkikis kuat, perbukitan denudasional berbatuan breksi, lereng kaki rombakan berbatuan Clastic Limestone, dan dataran Alluvium. Daerah kokap sebelah utara didominasi oleh pegunungan denudasional dengan kemiringan lereng relative agak curam hingga curam. Sedangkan untuk bagian sebelah selatan didominasi lereng bergelombang hingga relative datar.