Seperti kita ketahui bahwa peta mencerminkan berbagai tipe informasi dari unsur muka bumi maupun yang ada kaitannya dengan muka bumi. Unsur geografis yang digambarkan dalam peta dapat dikelompokkan menjadi :
1) Posisional, yaitu unsur-unsur yang tidak mempunyai dimensi atau perluasan, misalnya titik ketinggian, sumur pengeboran, pusat pelayanan, dll. Nilai dari unsur-unsur ini dapat dilihat angka yang ada atau dihitung dengan menjumlahkan titiknya.
2) Linier , yaitu unsur yang mempunyai perluasan pada satu sisi atau unsur dimensi satu, misalnya jalan, sungai, garis pantai. Untuk data linier ini nilai tergantung panjang pendek unsur yang digambarkan.
3) Luasan, yaitu unsur yang mempunyai bentuk perluasan atau yang berdimensi dua dan nilai ditentukan berdasarkan luasnya, bahkan unsur yang berdimensi tiga dapat ditentukan volumenya misalnya volume waduk, volume cadangan bahan galian, dan sebagainya.
Meskipun demikian, perlu diingat karena peta selalu menggunakan salah satu sistem proyeksi, maka hasil perhitungan melalui peta tidak akan sama / tepat dengan hasil pengukuran / perhitungan di permukaan bumi, kecuali peta tersebut digambar dengan sistem proyeksi sama luas (equal area projection) dan peta tersebut dibuat dengan skala besar.
Beberapa cara dipakai untuk menghitung luas. Apabila bangun dari luasan yang akan diukur teratur, misalnyanberbentuk segitiga, segiempat, trapesium atau bujur sangkar maka kita tinggal mengukur panjang sisi-sisi bangun yang bersangkutan dan dimasukkan ke dalam rumusan luas, tetapi apabila bentuk wilatah yang akan diukur tersebut tidak teratur maka luas wilayah dapat diukur dengan cara :
a)Pembuatan kisi atau kotak (cara segiempat / square method)
b) Pembuatan garis potong (cara jalur / stripped method)
c)Cara segitiga (triangle method)
d) Dengan alat pengukur luas (planimeter)
Sedangkan volume / isi dapat dihitung pada peta berdasarkan luas dan kedalaman, dan kedalaman dapat dihitung dari ketinggian yang digambarkan oleh garis kontur.



