I. TUJUAN
· Praktikan mampu membuat peta koefisien aliran, dengan melakukan scoring beberapa variable penentu koefisien aliran dengan metode Cook.
· Menghitung debit puncak DAS kajian.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Setiap hujan yang jatuh di permukaan Daerah Aliran Sungai (DAS), sebagian air yang tercurah akan meresap ke dalam tanah dan selebihnya akan mengalir menjadi aliran permukaan. Kondisi fisik DAS sangat berpengaruh pada aliran permukaan DAS tersebut, seperti topografi, geologi, tanah, dan penggunaan lahan. Karakteristik lingkungan fisik DAS mempengaruhi respon hidrologi DAS dan sebaliknya respon hidrologi DAS tergantung pada karakteristik lingkungan fisiknya (Linsley et al. 1958, 1975 dalam Totok Gunawan, 1991).
Pendugaan debit puncak suatu DAS dapat dilakukan dengan beberapa metode. Salah satunya dengan metode rasional dimana metode ini mempertimbangkan kondisi fisik lingkungan DAS dimana kondisi fisik ini dibatasi oleh igir – igir bukit. Debit aliran DAS sendiri merupakan volume air yang mengalir melalui panampang melintang sungai (dalam hal ini sungai dalam suatu DAS tertentu) dan saluran dalam satuan waktu.
Parameter penentu debit puncak dengan metode rasional yaitu koefisien aliran yang mempertimbangkan aliran permukaan dan curah hujan, intensitas air hujan, dan luasan total DAS. Koefisien aliran diketahui pada unit analisis satuan lahan yang tersusun atas lereng, bentuklahan, dan penggunaan lahan.
III. CARA KERJA
1. Menyiapkan peta kelas kemiringan lereng, peta bentuklahan dan peta penggunaan lahan yang telah dibuat pada acara sebelumnya. Memberi skor masing – masing peta
2. Menumpangsusunkan (overlay) ketiga peta tersebut dan mendeleniasi kembali poligon – poligon yang terbentuk. Poligon tersebut merupakan satuan lahan untuk pemetaan koefisien aliran.
3. Mencari luasan tiap satuan lahan.
4. Mencatat nama – nama satuan lahan yang merupakan gabungan dari tiga peta yang telah disiapkan tadi ke dalam sebuah tabel beserta skor masing – masing.
5. Setelah semua satuan lahan diberi nilai skor untuk keseluruhan variabel, kemudian menjumlahkan nilai skor tersebut menjadi total skor.
6. Mengalikan masing – masing total skor setiap satuan lahan dengan faktor pembobot setiap satuan lahan.
7. Menjumlahkan kolom faktor pembobot x total skor. Nilai yang diperoleh merupakan koefisien aliran rerata DAS tersebut.
8. Menghitung debit puncak DAS dengan rumus,
Qp = 0,278 x C x l x A
Keterangan : Qp : debit puncak (m2/s)
C : koefisien aliran hasil estimasi metode Cook
I : intensitas hujan (mm/jam)
A : luas total DAS (km2)