Metode pemodelan erosi sudah berkembang dengan baik hingga saat ini dan dari waktu ke waktu selalu dilakukan revisi ataupun modifikasi untuk memperoleh hasil prediksi yang realistis dan mendekati kondisi aktual di lapangan. Dari sekian pemodelan erosi tanah pasti memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing sesuai dengan lokasi kajian. Penerapan sebuah pemodelan erosi di suatu daerah harus mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain ketersediaan data serta kesesuaian model dengan kondisi fisik daerah kajian.. Hasil dari pemodelan tentunya diperlukan sebuah validasi ataupun pembanding dengan laju erosi sesungguhnya yang terjadi di lapangan. Dengan demikian, adanya suatu metode pengukuran erosi tanah di lapangan menjadi penting untuk dipelajari.
Tampilkan postingan dengan label pedologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pedologi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 22 April 2011
Kamis, 21 April 2011
Faktor Yang Mempengaruhi Erosi Tanah
A. Lereng

Faktor lereng sangat mempengaruhi erosi yang terjadi. Pengaruh lereng pada proses terjadinya erosi yaitu mempengaruhi besarnya energi penyebab erosi. Karakteristik lereng yang mempengaruhi besarnya energi penyebab erosi adalah:
- Kemiringan lereng
- Panjang lereng
- Bentuk lereng
Kemiringan lereng mempengaruhi kecepatan dan volume limpasan permukaan. Makin curam suatu lereng maka kecepatan aliran permukaan semakin besar, dengan demikian maka semakin singkat pula kesempatan air untuk melakukan infiltrasi sehingga volume aliran permukaan besar. Panjang lereng mempengaruhi besarnya limpasan permukaan, semakin panjang suatu lereng maka semakin besar limpasannya. Apabila volume besar maka besarnya kemampuan untuk menimbulkan erosi juga semakin besar.
Kemiringan lereng dapat dihitung dari peta topografi/rupa bumi, namun demikian panjang lereng erosi tidak dapat diukur dari peta karena yang terukur adalah panjang lereng bukit. Besarnya indeks panjang dan kemiringan lereng dapat ditentukan dengan cara menghitung kerapatan garis kontur per satuan panjang.
Kemiringan lereng dapat dihitung dari peta topografi/rupa bumi, namun demikian panjang lereng erosi tidak dapat diukur dari peta karena yang terukur adalah panjang lereng bukit. Besarnya indeks panjang dan kemiringan lereng dapat ditentukan dengan cara menghitung kerapatan garis kontur per satuan panjang.
Rabu, 20 April 2011
Definisi Tanah Dalam Sudut Pandang Geomorfologi
Thornbury (1957) menyatakan bahwa tanah adalah bagian dari permukaan bumi yang ditandai oleh lapisan yang sejajar dengan permukaan, sebagai hasil modifikasi oleh proses-proses fisis, khemis maupun biologis yang bekerja dibawah kondisi tertentu dan bekerja selama periode tertentu. Studi tentang bentanglahan (landscape) yang di dalamnya termasuk studi bentuklahan (landform) merupakan objek utama dalam geografi. Bentuklahan merupakan pengaruh faktor-faktor struktur, proses dan stadia (Sartohadi 2006). Faktor struktur merupakan gambaran dari faktor topografi dan batuan. Sedangkan faktor proses adalah akibat pengaruh faktor iklim yang menyebabkan proses geomorfologi dan pedogen. Faktor stadia merupkan faktor waktu.Senin, 11 April 2011
Horison Tanah
Horison tanah adalah lapisan atau bahan tanah yang kurang lebih sejajar dengan permukaan bumi dan berbeda dari lapisan di sebelah atas ataupun bawahnya yang secara genetik ada kaitannya. Perbedaan itu dapat bersifat fisik, kimia, biologik, atau ciri-ciri seperti warna, struktur, tekstur, konsistensi, macam dan jumlah organisme yang terdapat, tingkat kemasaman atau kealkalian, dan sebagainya. Simbol Horison Tanah; Horison dan atau lapisan utama tanah diberi simbol dengan horuf kapital O, A, E, B, C, dan R. Keterangan dari masing-masing horison tanah utama adalah sebagai berikut:
O adalah simbol untuk horison atau lapisan yang didominasi oleh bahan organik.
A adalah simbol untuk horison tanah mineral yang terbentuk pada tanah lapisan atas atau dibawah horison O, yang menunjukkan hilangnya seluruh atau sebagian besar struktur batuan asli dan memperlihatkan satu atau lebih sifat berikut:
(1) dicirikan oleh akumulasi bahan organik terakumulasi, bercampur sangat intensif dengan fraksi mineral dan tidak didominasi oleh sifat-sifat yang merupakan karaktristik horison E atau B.
(2) memiliki sifat-sifat yang diakibatkan oleh pengolahan tanah, penggembalaan, atau gangguan lain yang sejenis.
Pengukuran Morfologi Luar Tanah
Bentuklahan, Bahan Induk dan Formasi Geologi
Nama bentuklahan setidak-tidaknya mengandung tiga macam informasi, yaitu topografi, batuan, dan proses. Informasi mengenai batuan penyusun suatu bentuklahan mungkin sama dengan formasi geologinya, tetapi untuk daerah yang sempit mungkin juga dapat berbeda dengan formasi geologinya. Proses yang membentuk suatu bentuklahan dapat merupakan proses endogen maupun eksogen, tergantung mana yang lebih dominan. Bahan induk pembentuk tanah biasanya merupakan pelapukan dari batuan anggota formasi geologi yang terletak paling atas, tetapi seringkali bahan induk tanah merupakan bahan tutupan yang berumur lebih muda. Formasi Geologi diisi sesuai dengan yang tercantum pada peta geologi daerah pengamatan.Faktor Pembentuk Tanah
Pengetahuan tentang morfologi tanah mengutamakan teknik yang harus diketahui oleh surveyor tanah dalam mengadakan identifikasi dan karakterisasi profil tanah di lapangan dengan benar. Deskripsi tanah mencakup deskripsi tentang keadaan umum dan deskripasi morfologi tanah. Morfologi tanah adalah susunan fisik, terutama ciri struktural dari profil tanah yang ditunjukkan oleh macam, tebal dan susunan horison dari profil, masing-masing horison secara fisik dicirikan oleh perbedaan tekstur, struktur, konsistensi, dan kesarangan. Morfologi tanah dapat memberikan keterangan sejumlah fakta hasil genesa tanah. Ciri morfologi merupakan petunjuk proses yang pernah dialami profil tanah.
Langganan:
Postingan (Atom)